Jumat, 30 Mei 2008

Untuk para Ayah : Kisah John Carmody

Semuanya itu disadari John pada saat dia termenung seorang diri, menatap kosong keluar jendela rumahnya. Dengan susah payah ia mencoba untuk memikirkan mengenai pekerjaannya yang menumpuk. Semuanya sia-sia belaka.

Yang ada dalam pikirannya hanyalah perkataan anaknya Magy disuatu sore sekitar tiga minggu yang lalu. Malam itu, tiga minggu yang lalu John membawa pekerjaannya pulang. Ada rapat umum yang sangat penting besok pagi dengan para pemegang saham.

Pada saat John memeriksa pekerjaannya, Magy putrinya yang baru berusia 2 tahun datang menghampiri, sambil membawa buku ceritanya yang masih baru. Buku baru bersampul hijau dengan gambar peri.

Dia berkata dengan suara manjanya, "Papa lihat !"

John menengok kearahnya dan berkata, " Wah, buku baru ya ?"

"Ya Papa!" katanya berseri-seri, "Bacain dong !"

"Wah, Ayah sedang sibuk sekali, jangan sekarang deh", kata John dengan cepat sambil mengalihkan perhatiannya pada tumpukan kertas didepan hidungnya. Magy hanya berdiri terpaku disamping John sambil memperhatikan.

Lalu dengan suaranya yang lembut dan sedikit dibuat-buat mulai merayu kembali : "Tapi mama bilang Papa akan membacakannya untuk Magy".

Dengan persaan agak kesal John menjawab: "Magy dengar, Papa sangat sibuk. Minta saja Mama untuk membacakannya."

"Tapi Mama lebih sibuk daripada Papa," katanya sendu. "Lihat Papa, gambarnya bagus dan lucu."

Lain kali Magy, sana! Papa sedang banyak kerjaan."

John berusaha untuk tidak memperhatikan Magy lagi. Waktu berlalu, Magy masih berdiri kaku disebelah Ayahnya sambil memegang erat bukunya. Lama sekali John mengacuhkan anaknya.

Tiba-tiba Magy mulai lagi: "Tapi Papa, gambarnya bagus sekali dan ceritanya pasti bagus! Papa pasti akan suka."

"Magy, sekali lagi Ayah bilang: Lain kali !" dengan agak keras John membentak anaknya.

Hampir menangis Magy mulai menjauh, "Iya deh, lain kali ya Papa, lain kali."

Tapi Magy kemudian mendekati Ayahnya sambil menyentuh lembut tangannya, menaruh bukunya dipangkuan sang Ayah sambil berkata: "Kapan saja Papa ada waktu ya, Papa tidak usah baca untuk Magy, baca saja untuk Papa. Tapi kalau Papa bisa, bacanya yang keras ya, supaya Magy juga bisa ikut dengar."

John hanya diam.

Kejadian tiga minggu yang lalu itulah sekarang yang ada dalam pikiran John. John teringat akan Magy yang dengan penuh pengertian mengalah. Magy yang baru berusia 2 tahun meletakan tangannya yang mungil di atas tangannya yang kasar mengatakan: "Tapi kalau bisa bacanya yang keras ya Pa, supaya Magy bisa ikut dengar."

Dan karena itulah John mulai membuka buku cerita yang diambilnya dari tumpukan mainan Magy di pojok ruangan. Bukunya sudah tidak terlalu baru, sampulnya sudah mulai usang dan koyak. John mulai membuka halaman pertama dan dengan suara parau mulai membacanya.

John sudah melupakan pekerjaannya yang dulunya amat sangat penting. Ia bahkan lupa akan kemarahan dan kebenciannya terhadap pemuda mabuk yang dengan kencangnya menghantam tubuh anak gadisnya di jalan depan rumah. John terus membaca halaman demi halaman sekeras mungkin, cukup keras bagi Magy untuk dapat mendengar dari tempat peristirahatannya yang terakhir.

Mungkin.

----------------------
Diposting oleh Iwan Sams pada 16 September 1999

Pergi ke Hawaii

BEPERGIAN ke Hawaii, salah satu negara bagian Amerika Serikat gampang asal ada uangnya. Untuk urusan uang ini, saya ndak dapat menolong. Termurah pakai China Airline, ngalor lewat Taipeh terus menggok ngetan sampai Honolulu. Tapi pilotnya kok cok ngawur, China Airline satu jatuh di Hongkong International, cross windnya terlalu kencang, pilotnya sajakke kok punya noniek yang nunggu, nekat landing, 747-nya terjungkir.

Lalu satu lagi flight Denpasar-Taipeh, pilotnya dalam hujan lebat ndak dapat lihat airstrip of Taipeh International, ceblok. Apa ndak bisa instrument landing?

Ongkos Jakarta-Taipeh-Honolulu plus-minus$US 1000.00. Kalau pakai US carrier ngambilnya dari Singapore pakai United atau Northwestern atau Japan Airline ngalor ke HongKong, Tokyo terus menggok ngetan nonstop ke Hawaii. Tapi mahalnya ngudubilah setan

Saya tidak tahu apa US Embassy di Merdeka Selatan membutuhkan ananda setor uang, karena takut tourists masuk US pakai tourist visa terus ndak mau pulang Jakarta lagi. Saya tidak tahu apakah Immigration service ditanah air masih meminta dana exit permit. Yang terang Airport tax ditambahkan, jadi ongkosnya kelihatannya sedikit, tapi selalu ditambahi embel embel. Gitulah modelnya tanah air, selalu mempersukar rakyatnya sendiri.

Kalau mau tidur dilantai di rumah kami (town house) dapat kami sediakan, masak sendiri, cuci sendiri, karena pakde sudah tua (70 tahun) wegah ini wegah itu.

Honolulu letaknya dipulau Oahu, sebesar Bali. Lebih bersih, jalannya lebar, jadi lalu lintas teratur. Bus servicenya bagus sekali, sekali naik $ 1.00 boleh transfer asal ke satu jurusan. Tidak ada orang ngamen, dilarang merokok and fully air conditioned. Pantainya seperti Senggigi beach (Lombok), atau Gili Trawangan. Sebetulnya Pasir putih sebelah timur Probolinggo (East Jave) itu bagus seperti pantai2 di Hawaii, tapi manusia tanah air masih jorok, war wer war wer, apa2 dibuang saksukanya sinyo.

Karena pulau kecil, geography nya ya kaya Bali, ditengah pulau ada pegunungan (dormant), jadi in theory di Hawaii nyopir ndak pernah kesasar, either masuk jurang di pegunungan atau tenggelam di Pacific Ocean, atau putar putar pulau seperti merry-go-round. Kalau mau buang uang belanja. dari Nieman Marcus yang mahalnya bukan main sampai pasar loak, apa2 ada.

Perkara makanan compleet, karena Hawaii betul multiracial, Tionghwa, Japan, Philipine, VietNam, Thai, regular American,Italian, Mexican food, dari yang mahal sampai yang klas kambing ya ada. Bali Indonesia Restaurant satu satunya restaurant Indonesia, menyediakan nasi rames, tahu telor, sate, gado2, bakmie, es teler, dawet compleet deh, tapi ya mahal, gambarkan tahu telur $5.50.

Bikin sendiri tahu sakhohah cuman $1.00 telur ayam sak dozen cuman $1.00. Yang punya
pengusaha dari Bandung, mempunyai perusahaan mengimport meubels kayu jati. Kalau mau nightclubbing dari, segala macam ya ada, Nonie2 setengah telanjang, dan during ladies night, joko2 pakai swimsuit yang tipis, ya ada. Atau Polynesian revue pakai noniek2 Tahiti goyang brutunya. Atau cuman ndengerken soft piano di piano bar sama kekasih ananda Annie ya ada.

Mau kepantai, klekaran di pasir, sun bathing, ya bisa, ibu2 Indonesia kalau ke beach malah
mbawa payung, takut item. Lupa semboyan Black is beautiful. Kalau kasi alamat rumah ananda Annie, dapat saya kirimi brochures2 re : Hawaii Travel via snail mail.

Soal anda mau belajar ke Universitas di Hawaii juga gampang terlaksana. Untuk Academic Year 2000/2001 lebih baik diurus mulai sekarang.

In a nut shell UH adalah a State University, diongkosi oleh Negara bagian Hawaii. Uh menerima uang banyak dari perusahaan2/Negara Federal USA /foreign Nations yang membuat research di UH. Yang baik: Tropical Agriculture, Oceanography, Hotel and Tourism part of School of Business, Asian Studies, Ethno Musicology mainly Asian Music, Aquaculture, Public Helath. Lain2 jurusan sedang2 saja.

Graduation requirement: 120 credit hours untuk BS/BA (major studies 60 Credit) plus 60 cr.hrs. for MS/MA/MEd (Master thesis equivalent to 5 cr. hrs) plus 45 cr.hrs for PhD. Other PhD requirements: one major foreign language, comprehensive exam (oral and written), Research Methods/Statistics/Tests and Measurements dan mempertahankan PhD thesis, setelah thesis disetujui oleh promotors ananda.

Hidup di Hawaii mahal. Honolulu is a tourist destination city seperti San Francisco, New York, dll kota tourists. Perumahan mahal, pakaian murah tidak usah beli winter outfit, makan ala Indonesia murah: nasi,ayam goreng, sardines, indomie dan semacam itu, luxury food items seperti steak/lobster bukan main mahalnya.

Gangguan belajar banyak, night clubs, shows, bars, dancing, Waikiki beach, dan pantai2 lainnya, surfing, scuba diving, dllnya .

Official requirements seperti, passport, visa - student, financial responsibilities, harus beres sebelum datang ke Honolulu. Banyak mahasiswa Indonesia disini, short-terms non degree yang dikirim pemerintah dan anak2 orang2 yang berada, yang kepingin punya degree dari Hawaii. Saya sendiri masih jadi mahasiswa di UH, di Hawaii ada perauturan Senior citizens 60 keatas yang membayar pajak di Negara Hawaii bisa menjadi mahasiswa bebas beaya, untuk nondegree program, agar otak orang tuwek2 ini tidak stagnant.

Posting dari Pakde Kendro pada 15 dan 16 September 1999