HARI Sabtu lalu, jalan semen di depan rumah saya, lebar sekitar 1,5 meter kali 300 meteran, tiba-tiba disemen kembali. Maksudnya, dibikin lebih bagus. Menurut orang-orang, itu adalah atas kebaikan "pak RT", yang sekarang jadi anggota DPRD dari PDI-P. Saya nggak tahu, itu duit pribadi (rasanya sih bukan), duit dari DPR, atau duit dari PDI-P. Atau duit dari pemerintah yang diakui dari PDI-P. Itu nggak penting buat saya.
Cuma, jika yang melakukan hal ini adalah Golkar, akan timbul pertanyaan : ini termasuk money politic atau bukan? Termasuk penyalahgunaan wewenang atau bukan?
Buat saya, dan saya yakin juga buat kebanyakan orang yang tidak urusan politik, persetan benar dengan pertanyaan apakah itu money politic atau bukan. Yang penting, hal itu bermanfaat.
Tapi, buat orang-orang yang selama ini mempermasalahkan money politic (yang selalu diidentikkan dengan Golkar), akan merupakan double standard kalau hal-hal yang begini dianggap lumrah saja.
Yang jelas, saya tahu persis, RT saya dulu juga bagi-bagi sembako waktu mau Pemilu. Dan pilih-pilih lagi. Enggak tahu saya, apa ini juga masuk golongan money politic? Yang jelas, saya setuju saja, wong yang dikasih itu memang orang yang enggak mampu.
Cuma masalahnya, kenapa ketika yang melakukan hal sama itu Golkar, orang jadi ribut? Apakah ini hanya kelumrahan politik? Kalau begini caranya, ya setali tiga uang dong. Kita tidak menuju ke sesuatu yang lebih baik.
Saya bukan orang Golkar. Saya hanya mau kita ini fair dan konsekuen. Kalau suatu perbuatan itu dianggap salah, ya tetap salah biar kata yang melakukan itu Golkar atau PDI-P, atau lainnya. Sebaliknya, kalau perbuatan itu dianggap benar, ya benar pula adanya. Meski yang melakukan itu seekor kirik.
Saya melihat, betapa banyak hal yang dulu dilakukan Golkar dan dikecam, sekarang banyak pula dilakukan oleh partai/orang yang dulu mengecam.
Hipokrit.
------------------
Dipostingkan Wisnu Ali Martono (WAM) pada 14 September 1999
Jumat, 30 Mei 2008
Minder in English
Hello everybody,
Watching you all practice to speak english, make me a little bit "minder". Here, we are pushed to write, not speak, so our mistakes will be very easy to be seen. But anyway, this is a very good chance to practice. Please correct me if I'm wrong.
I have a funny experience in speaking english with japanese. Speaking english in a non-english speaking country, makes me look "more" than the other, eventhough I swear that my english is still very poor.
Sometimes, my japanese friend ask me if they get trouble with their english. Someday, someone ask : Ikawati-san, what is the meaning of "erection" ?
"What ?!" I was shocked of asked that question.
"What is the meaning of "erection" ? he replied.
"please give me a longer sentence for example" I asked.
Then he replied," Government held a general "erection".. bla..bla..."
Woow.... that's not "erection", but election. ha..ha..
So, we are lucky to be able to pronounce better than japanese.
That's small mistake, but has very different meaning.
----------------
Posting by Zullies Ikawati, 13 September 1999
Watching you all practice to speak english, make me a little bit "minder". Here, we are pushed to write, not speak, so our mistakes will be very easy to be seen. But anyway, this is a very good chance to practice. Please correct me if I'm wrong.
I have a funny experience in speaking english with japanese. Speaking english in a non-english speaking country, makes me look "more" than the other, eventhough I swear that my english is still very poor.
Sometimes, my japanese friend ask me if they get trouble with their english. Someday, someone ask : Ikawati-san, what is the meaning of "erection" ?
"What ?!" I was shocked of asked that question.
"What is the meaning of "erection" ? he replied.
"please give me a longer sentence for example" I asked.
Then he replied," Government held a general "erection".. bla..bla..."
Woow.... that's not "erection", but election. ha..ha..
So, we are lucky to be able to pronounce better than japanese.
That's small mistake, but has very different meaning.
----------------
Posting by Zullies Ikawati, 13 September 1999
Langganan:
Postingan (Atom)